Header Ads

Di Tengah Kemarau dan Karhutla Mengancam, CSN Bagikan 1.000 Masker di Samarinda

 


SAMARINDA – Di tengah musim kemarau yang memicu kekeringan dan meningkatkan ancaman kebakaran hutan dan lahan (Karhutla), kepedulian terhadap kesehatan masyarakat menjadi perhatian berbagai pihak di Kota Samarinda.

Salah satunya dilakukan Yayasan Cipta Sinergi Nusantara (CSN) melalui aksi sosial “Gerakan Berbagi 1.000 Masker” yang digelar Rabu (9/9/2026) sore di kawasan Simpang Mall Lembuswana, Samarinda.

Sebanyak 1.000 masker yang dihimpun dari para donatur dibagikan secara langsung kepada masyarakat yang melintas di kawasan tersebut. Sekitar 20 relawan CSN terlibat dalam kegiatan yang dimulai pukul 16.00 WITA itu.


Aksi tersebut menjadi bentuk kepedulian CSN terhadap masyarakat, khususnya dalam menghadapi kondisi lingkungan yang kering serta potensi gangguan kualitas udara akibat asap dan debu yang ditimbulkan kebakaran lahan.

Kondisi ini juga menjadi perhatian Pemerintah Kota Samarinda yang sebelumnya telah mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan selama musim kemarau dan menghadapi potensi Karhutla.

Terhitung hingga awal September 2026, BPBD Kota Samarinda mencatat 127 kejadian kebakaran hutan dan lahan, dengan perkiraan luas area terbakar mencapai sekitar 211 hektare.

MASKER JADI SIMBOL KEPEDULIAN

Koordinator aksi, Rhasya, mengatakan pembagian masker tidak hanya dimaknai sebagai upaya memberikan perlindungan sederhana kepada masyarakat, tetapi juga sebagai pesan untuk membangun kepedulian bersama terhadap kesehatan dan lingkungan.

“Kami ingin mengajak masyarakat untuk saling peduli. Masker yang kami bagikan mungkin sederhana, tetapi di tengah kondisi kemarau dan ancaman kebakaran lahan seperti sekarang, kepedulian kecil dari kita bisa memberikan manfaat bagi orang lain,” ujar Rhasya.

Ia mengingatkan masyarakat yang beraktivitas di luar rumah agar meningkatkan kewaspadaan terhadap kondisi lingkungan, terutama ketika kualitas udara terganggu oleh asap maupun debu.

MENGHIDUPKAN SEMANGAT GOTONG ROYONG

Ketua Yayasan Cipta Sinergi Nusantara, Asmuran Gautama, turut mendampingi kegiatan tersebut. Menurutnya, aksi ini lahir dari semangat gotong royong yang melibatkan donatur, relawan, dan masyarakat.

“Masker ini kami himpun dari para donatur dan kemudian kami distribusikan kembali kepada masyarakat. Inilah semangat yang ingin kami bangun, yaitu dari masyarakat, oleh masyarakat, dan untuk masyarakat,” katanya.

Ia menegaskan, persoalan kemarau dan Karhutla bukan semata-mata menjadi tanggung jawab pemerintah maupun petugas pemadam kebakaran. Masyarakat juga memiliki peran penting melalui upaya pencegahan, kepedulian terhadap lingkungan, serta menjaga kesehatan diri dan keluarga.

CSN berharap Gerakan Berbagi 1.000 Masker tidak berhenti sebagai kegiatan pembagian masker, tetapi dapat menjadi pemantik munculnya berbagai gerakan sosial lainnya yang berorientasi pada kesehatan dan kepedulian lingkungan.

“Yang kami lakukan hari ini mungkin sederhana. Tetapi kami percaya perubahan besar selalu dimulai dari kepedulian kecil yang dilakukan secara bersama-sama,” pungkas Sekretaris CSN, Andy Candra.

Melalui gerakan tersebut, CSN mengajak masyarakat Samarinda menghadapi musim kemarau dengan tidak hanya meningkatkan kewaspadaan, tetapi juga memperkuat kepedulian, gotong royong, dan tanggung jawab bersama dalam menjaga kesehatan serta lingkungan. (*/CSN)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.